Senin, 23 April 2012


MAKALAH

PEMANFAATAN BATU APUNG (PUMICE) SEBAGAI MEDIA ADSORPSI LIMBAH CAIR

Dalam Rangka Lomba Cipta Inovasi Teknologi Tepat Guna VI
Tingkat Kota Cilegon Tahun 2012


Disusun oleh :

Nama              : Aji Humaedi
Alamat          : Jln. Lotus Jingga No. 12 Komplek Bukit Palem Cilegon
No. Telp         : 0254 (9257112) – 087871083080




DEPARTEMEN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR BANTEN
2012
LEMBAR PENGESAHAN
Makalah ini berjudul :
PEMANFAATAN BATUNG APUNG (PUMICE) SEBAGAI MEDIA ADSORPSI LIMBAH CAIR

Disusun oleh :
Hadi Susilo
dan
Aji Humaedi

Penulisan makalah ini disusun dengan kemampuan dan motivasi yang tinggi untuk mengikuti kompetisi sehingga menghasilkan sebuah prestasi yang membanggakan.

Pembimbing


(Apip Hadi, M.Si,.Apt)


ABSTRAK

Pemanfaatan batu apung sebagai media adsorpsi limbah cair merupakan salah satu langkah alternatif untuk menanggulangi pencemaran limbah cair yang dihasilkan dari limbah domestik dan non domestik sehingga tingkat toksisitas logam pada lingkungan air dapat dikurangi. Tahapan untuk menghasilkan produk sebagai media adsorpsi dari batu apung adalah penyediaan bahan, perubahan ukuran bahan, penjemuran dan proses aktifasi. Aplikasi yang diterapkan pada lingkungan perairan yang tercemar menggunakan metode sebar atau metode kolom. Media adsorpsi dari batu apung ini mempunyai kemampuan menyerap ion-ion logam sebesar 66-99,5% yang sudah diaktifasi, sedangkan yang tidak diaktifasi sebesar 55-89%. Pemanfaatan batu apung ini digunakan sebagai media adsorpsi yang mempunyai beberapa keunggulan yaitu, ramah lingkungan, ekonomis dan aplikasi dilapangan yang mudah serta sederhana.

















KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah Subhanawata’ala yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Makalah ini berjudul tentang Pemanfaatan Batu Apung (Pumice) Sebagai Media Adsorpsi Limbah Cair Industri. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada semua pihak. 
Dengan segala keterbatasan dan kekurangannya penulis menyadari bahwa penyusunan naskah Seminar ini masih harus dikembangkan lebih luas lagi. Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah Subhanawata’ala senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.


Pandeglang,  24 Maret 2012



    Penyusun











DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL ........................................................................................................     i
LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................     ii
ABSTRAK ..................................................................................................     iii
KATA PENGANTAR ...............................................................................     iv
DAFTAR ISI ...............................................................................................     v

BAB I PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang ..........................................................................     1
B.        Permasalahan .............................................................................     2
C.        Tujuan dan Sasaran ...................................................................     2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A.       Batu Apung ...............................................................................     3
B.      Adsorpsi .....................................................................................     4
C.      Limbah Cair ...............................................................................     5

BAB III METODOLOGI
A.       Bahan dan Alat .........................................................................     8
B.        Cara Pembuatan Produk ............................................................     8
C.        Sumber Penulisan Data .............................................................     8

BAB IV PEMBAHASAN
A.       Proses dan Aplikasi Batu Apung Sebagai Media Adsorpsi ......     9
B.        Keunggulan Batu Apung Sebagai Media Adsorpsi ..................     10
C.        Manfaat Ekonomi ......................................................................     10
D.       Pengolahan Limbah Terpadu .....................................................     11

BAB IV KESIMPULAN
A.    Kesimpulan .................................................................................     12
B.     Saran ...........................................................................................     12

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................     13
































 MAKALAH

PEMANFAATAN BATU APUNG (PUMICE) SEBAGAI MEDIA ADSORPSI LIMBAH CAIR

Dalam Rangka Lomba Cipta Inovasi Teknologi Tepat Guna VI
Tingkat Kota Cilegon Tahun 2012


Disusun oleh :

Nama              : Aji Humaedi
Alamat          : Jln. Lotus Jingga No. 12 Komplek Bukit Palem Cilegon
No. Telp         : 0254 (9257112) – 087871083080




DEPARTEMEN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS MATHLA’UL ANWAR BANTEN
2012




LEMBAR PENGESAHAN
Makalah ini berjudul :
PEMANFAATAN BATUNG APUNG (PUMICE) SEBAGAI MEDIA ADSORPSI LIMBAH CAIR

Disusun oleh :

Aji Humaedi

Penulisan makalah ini disusun dengan kemampuan dan motivasi yang tinggi untuk mengikuti kompetisi sehingga menghasilkan sebuah prestasi yang membanggakan.

Pembimbing


(Apip Hadi, M.Si,.Apt)


ABSTRAK

Pemanfaatan batu apung sebagai media adsorpsi limbah cair merupakan salah satu langkah alternatif untuk menanggulangi pencemaran limbah cair yang dihasilkan dari limbah domestik dan non domestik sehingga tingkat toksisitas logam pada lingkungan air dapat dikurangi. Tahapan untuk menghasilkan produk sebagai media adsorpsi dari batu apung adalah penyediaan bahan, perubahan ukuran bahan, penjemuran dan proses aktifasi. Aplikasi yang diterapkan pada lingkungan perairan yang tercemar menggunakan metode sebar atau metode kolom. Media adsorpsi dari batu apung ini mempunyai kemampuan menyerap ion-ion logam sebesar 66-99,5% yang sudah diaktifasi, sedangkan yang tidak diaktifasi sebesar 55-89%. Pemanfaatan batu apung ini digunakan sebagai media adsorpsi yang mempunyai beberapa keunggulan yaitu, ramah lingkungan, ekonomis dan aplikasi dilapangan yang mudah serta sederhana.

















KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah Subhanawata’ala yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Makalah ini berjudul tentang Pemanfaatan Batu Apung (Pumice) Sebagai Media Adsorpsi Limbah Cair Industri. Diharapkan Makalah ini dapat memberikan informasi kepada semua pihak. 
Dengan segala keterbatasan dan kekurangannya penulis menyadari bahwa penyusunan naskah Seminar ini masih harus dikembangkan lebih luas lagi. Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah Subhanawata’ala senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.


Pandeglang,  24 Maret 2012



    Penyusun











DAFTAR ISI
Halaman
JUDUL ........................................................................................................     i
LEMBAR PENGESAHAN .......................................................................     ii
ABSTRAK ..................................................................................................     iii
KATA PENGANTAR ...............................................................................     iv
DAFTAR ISI ...............................................................................................     v

BAB I PENDAHULUAN
A.       Latar Belakang ..........................................................................     1
B.        Permasalahan .............................................................................     2
C.        Tujuan dan Sasaran ...................................................................     2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A.       Batu Apung ...............................................................................     3
B.      Adsorpsi .....................................................................................     4
C.      Limbah Cair ...............................................................................     5

BAB III METODOLOGI
A.       Bahan dan Alat .........................................................................     8
B.        Cara Pembuatan Produk ............................................................     8
C.        Sumber Penulisan Data .............................................................     8

BAB IV PEMBAHASAN
A.       Proses dan Aplikasi Batu Apung Sebagai Media Adsorpsi ......     9
B.        Keunggulan Batu Apung Sebagai Media Adsorpsi ..................     10
C.        Manfaat Ekonomi ......................................................................     10
D.       Pengolahan Limbah Terpadu .....................................................     11

BAB IV KESIMPULAN
A.    Kesimpulan .................................................................................     12
B.     Saran ...........................................................................................     12

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................     13














BAB I
PENDAHULUAN

A.                Latar belakang
Limbah adalah buangan yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungannya karena tidak mempunyai nilai ekonomi(1). Limbah industri kebanyakan menghasilkan limbah yang bersifat cair atau padat yang masih kaya dengan zat organik yang mudah mengalami peruraian. Kebanyakan industri yang ada membuang limbahnya ke perairan terbuka, sehingga dalam waktu yang relatif singkat akan terjadi bau busuk sebagai akibat terjadinya fermentasi limbah.
Metode yang biasa digunakan dalam pengolahan limbah adalah secara fisik, kimia dan biologi atau kombinasi untuk mengatasi pencemaran. Limbah cair yang berasal dari industri sangat bervariasi, serta tergantung dari jenis dan besar kecilnya industri. Pada saat ini umumnya industri melakukan pengolahan limbah cair secara kimia yaitu proses koagulasi–flokulasi, sedimentasi dan secara flotasi dengan menggunakan udara terlarut, serta pengolahan limbah cair secara biologi yaitu proses aerob dan proses anaerob. Proses kimia seringkali kurang efektif dikarenakan biaya untuk pembelian bahan kimianya cukup tinggi dan pada umumnya pengolahan air limbah secara kimia akan menghasilkan sludge yang cukup banyak, sehingga industri harus menyediakan prasarana untuk penanganan sludge. Pada pengolahan limbah cair secara flotasi akan menggunakan energi yang cukup banyak. Metode yang digunakan adalah pengolahan limbah secara fisik, kimia dan biologi atau kombinasi untuk mengatasi pencemaran. Limbah cair yang berasal dari industri sangat bervariasi, serta tergantung dari jenis dan besar kecilnya industri. Pada saat ini umumnya industri melakukan pengolahan limbah cair secara kimia yaitu proses koagulasi-flokulasi, sedimentasi dan secara flotasi dengan menggunakan udara terlarut, serta pengolahan limbah cair secara biologi yaitu proses aerob dan proses anaerob. Proses kimia seringkali kurang efektif dikarenakan biaya untuk pembelian bahan kimianya cukup tinggi dan pada umumnya pengolahan air limbah secara kimia akan menghasilkan sludge yang cukup banyak, sehingga industri harus menyediakan prasarana untuk penanganan sludge. Pada pengolahan limbah cair secara flotasi akan menggunakan energi yang cukup banyak(2). Adsorpsi merupakan salah satu metode yang akhir – akhir ini sering digunakan, karena metode ini prosesnya relatif sederhana dan bahan – bahannya mudah diperoleh. Adsorben yang sering dimanfaatkan dalam adsorpsi antara lain alofan, zeolit, biomassa, karbon aktif, dan asam humat(3).
Berdasarkan data diatas, maka untuk meminimisasi masalah tersebut salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pengolahan limbah cair dengan menggunakan batu apung sebagai media adsorpsi. Selain medianya mudah didapat, teknik penerapannya pun sederhana serta bernilai ekonomis.

B.                 Permasalahan 
Dari latar belakang diatas, dapat diambil permasalahan sebagai berikut :
1.      Bagaimana proses dan aplikasi batu apung dapat digunakan sebagai media adsorpsi ?

C.                Tujuan dan Sasaran
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu sebagai bahan kajian dan informasi untuk semua pihak bahwa benda disekitar kita dapat dimodifikasi dan dimanfaatkan menjadi benda yang bermanfaat. Salah satunya tentang pemanfaatan batu apung sebagai media adsorpsi limbah cair baik limbah domestik maupun limbah non domestik.
Sasaran dari penulisan makalah ini adalah sebagai bahan acuan dan motivasi kepada semua kalangan baik masyarakat kecil, menengah dan atas supaya dapat memanfaatkan material yang ada disekitarnya baik yang belum atau sudah dimanfaatkan serta material yang sedikit sekali pemanfaatannya agar dimodifikasi sedemikian rupa dengan metode tertentu sehingga menghasilkan sebuah produk yang bermanfaat bagi semua pihak.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.             Batu Apung
Batu apung (pumice) adalah batuan alam yang merupakan hasil dari aktivitas gunung api efusif yang mengandung buih yang terbuat dari gelembung berdinding gelas, dan biasanya disebut juga sebagai batuan gelas vulkanik silikat. Berwarna abu-abu terang hingga putih, mempunyai struktur pori-pori dan ringan(4).
Gambar 1. Batu Apung

Batu apung (pumice) adalah jenis batuan yang berwarna terang, mengandung buih yang terbuat dari gelembung berdinding gelas, dan biasanya disebut juga sebagai batuan gelas volkanik silikat(5,6). Batuan ini terbentuk dari magma asam oleh aksi letusan gunung api yang mengeluarkan materialnya ke udara, kemudian mengalami transportasi secara horizontal dan terakumulasi sebagai batuan piroklastik. Batu apung mempunyai sifat vesicular yang tinggi, mengandung jumlah sel yang banyak (berstruktur selular) akibat ekspansi buih gas alam yang terkandung di dalamnya, dan pada umumnya terdapat sebagai bahan lepas atau fragmen-fragmen dalam breksi gunungapi. Sedangkan mineral-mineral yang terdapat dalam batu apung adalah feldspar, kuarsa, obsidian, kristobalit, dan tridimit. Jenis batuan lainnya yang memiliki struktur fisika dan asal terbentuknya sama dengan batu apung adalah pumicit, volkanik cinter, dan scoria. Didasarkan pada cara pembentukan, distribusi ukuran partikel (fragmen), dan material asalnya, batu apung diklasifikasikan menjadi beberapa jenis, yaitu: sub-areal, sub-aqueous, new ardante, dan hasil endapan ulang (redeposit). Sifat kimia dan fisika batu apung antara lain, yaitu: mengandung oksida SiO2 (60-75%), Al2O3 (12-15%), Fe2O3 (0,9-4%), Na2O (2-5%), K2O (2-4%), MgO (1-2%), CaO (1-2%), TiO2, SO3, dan Cl, hilang pijar (Loss of Ignition) 6%, pH 5, bobot isi ruah 480 – 960 kg/cm3, peresapan air (water absorption) 16,67%, berat jenis 0,8 gr/cm3, hantaran suara (sound transmission) rendah, rasio kuat tekan terhadap beban tinggi, konduktifitas panas (thermal conductivity) rendah, dan ketahanan terhadap api sampai dengan 6 jam(5).
Batu apung mempunyai kemampuan menyerap ion-ion logam berat baik belum diaktifkan maupun yang telah mengalami proses Aktifasi, batu apung yang sudah diaktifkan mampu menyerap ion logam berat sampai 66-99,5 %. Sedang yang belum diaktifasi hanya 55-89 %. Batu apung dapat dibuat sebagai bahan adsorben(6).

B.                 Adsorpsi
Adsorpsi adalah suatu pengikatan molekul dari suatu fluida baik dalam bentuk cair maupun gas ke permukaan benda padat. Bahan padat yang mempunyai kemampuan mengikat molekul tersebut disebut adsorben, sedangkan yang diikat disebut adsorbat. Kecuali zat padat, adsorben dapat pula berupa zat cair. Karena itu adsorpsi dapat terjadi antara: zat padat dan zat cair, zat padat dan gas, zat cair dan zat cair atau gas dan zat cair. Peristiwa adsorpsi ini disebabkan oleh gaya tarik molekul-molekul di permukaan adsorben(7).
Adsorpsi adalah proses pemisahan dimana komponen tertentu dari suatu fase fluida berpindah ke permukaan zat padat yang menyerap (adsorbent). Biasanya partikel-partikel kecil, zat penyerap ditempatkan dalam suatu hamparan tetap kemudian fluida dialirkan melalui hamparan tersebut sampai zat padat itu mendekati jenuh dan proses pemisahan yang dikehendaki tidak dapat berlangsung lagi(8). Adsorpsi biasanya dapat dijelaskan dari tegangan permukaan suatu zat padat. Molekul-molekul yang ada dalam zat padat mendapat gaya-gaya yang tidak sama, sehingga untuk mengimbangi gaya-gaya bagian dalam maka molekul-molekul, biasanya gas atau liquid menjadi tertarik ke permukaan. Gaya ini relatif rendah dan disebut gaya Van der Walls.
Dalam peristiwa adsorpsi, zat-zat yang tertarik pada permukaan zat padat disebut dengan adsorbat, sedangkan adsorbent adalah suatu adsorber dalam suatu peristiwa adsorpsi.
Faktor-faktor yang mempengaruhi adsorpsi :
1. Sifat fisik dan kimia adsorbent, seperti luas permukaan, ukuran pori, komposisi kimia
2. Sifat fisik dan kimia adsorbent, seperti polaritas molekul, ukuran molekul, komposisi kimia
3. Konsentrasi adsorbat pada fase liquid
4. Sifat fase liquid seperti pH dan temperatur
5. Sifat fase gas seperti temperature dan tekanan
6. Waktu kontak antara adsorbat dengan adsorbent(8)
Adsorpsi adalah suatu proses pemisahan bahan dari campuran gas atau cair, bahan yang harus dipisahkan ditarik oleh permukaan sorben padat dan diikat oleh gaya-gaya yang bekerja pada permukaan tersebut. Berkat selektivitasnya yang tinggi, proses adsorpsi sangat sesuai untuk memisahkan bahan dengan konsentrasi yang kecil dari campuran yang mengandung bahan lain yang berkonsentrasi tinggi. Kecepatan adsorpsi tidak hanya tergantung pada perbedaan konsentrasi dan pada luas permukaan adsorben, melainkan juga pada suhu, tekanan (untuk gas), ukuran partikel dan porositas adsorben. Juga tergantung pada ukuran molekul bahan yang akan diadsorpsi dan pada viskositas campuran yang akan dipisahkan (cairan, gas)(9).

C.                Limbah Cair
Menurut Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH), definisi limbah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan. Definisi secara umum, limbah adalah bahan sisa atau buangan yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumahtangga, industri, pertambangan, dan sebagainya. Bentuk limbah tersebut dapat berupa gas dan debu, cair atau padat. Di antara berbagai jenis limbah ini ada yang bersifat beracun atau berbahaya dan dikenal sebagai Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (Limbah B3)(10).
Limbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan, yang mengandung bahan  berbahaya atau beracun yang karena sifat, konsentrasi, atau jumlahnya, baik  secara langsung atau tidak langsung akan dapat membahayakan lingkungan,  kesehatan, kelangsungan hidup manusia atau makhluk hidup lainnya. Setiap limbah perlu dikarakteristik terlebih dahulu sebelum rancangan proses dimulai. Sifat limbah cair yang perlu diketahui adalah volume aliran, konsentrasi organik, karakteristik dan toksisitas. Tingkat bahaya keracunan yang disebabkan oleh limbah juga bergantung pada jenis dan karakteristik limbah(11).
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 51 Tahun 1995 tentang baku mutu limbah cair bagi kegiatan industri yang dimaksud dengan limbah cair adalah limbah dalam wujud cair yang dihasilkan oleh kegiatan industri yang dibuang ke lingkungan dan diduga dapat menurunkan kualitas lingkungan. Jumlah aliran air limbah yang berasal dari industri sangat bervariasi, hal ini tergantung dari jenis industri dan besar kecilnya industri, pengawasan pada proses industri, derajat penggunaan air, dan derajat pengolahan air limbah.  Dari defenisi di atas maka secara umum dapat disimpulkan bahwa air limbah adalah sisa suatu usaha atau kegiatan berupa cairan yang berasal dari rumah tangga, industri, atau tempat-tempat umum lainnya yang biasanya mengandung zat-zat yang membahayakan kehidupan manusia serta mengganggu kelestarian lingkungan hidup(11).
Berdasarkan sumber atau asal limbah, maka limbah dapat dibagi kedalam beberapa golongan yaitu :
1. Limbah domestik, yaitu semua limbah yang berasal dari rumah tangga, yang secara kuantitatif limbah tadi terdiri atas zat organik baik padat maupun cair, bahan berbahaya dan beracun (B-3), garam terlarut, lemak.
2. Limbah  nondomestik, yaitu limbah yang berasal dari pabrik, industri, pertanian, peternakan, perikanan, dan transportasi serta sumber-sumber lainnya. Limbah pertanian biasanya terdiri atas pestisida, bahan pupuk dan lainnya(12).





























BAB III
METODOLOGI

A.                Bahan dan Alat
-          Batu apung
-          Tungku besi
-          Palu
-          Ember plastik
-          Kolom
B.                 Cara Pembuatan Produk
-          Batu apung utuh dirubah ukurannya menjadi batuan-batuan kecil (seperti kerikil)
-          Batuan-batuan kecil tersebut dijemur dibawah sinar matahari sampai kadar airnya berkurang,
-          Aktifasi pemanasan didalam tungku dengan suhu 200 oC selama 2 jam. Aktifasi ini bertujuan untuk menguapkan kadar air yang terperangkap dalam pori-pori batuan kecil tersebut sehingga luas permukaan pori-porinya bertambah
-          Selanjutnya batuan didinginkan, dan siap digunakan sebagai media adsorpsi

C.                Sumber Penulisan Data
Penulisan makalah ini disusun berdasarkan metode kajian literatur kepustakaan, jurnal-jurnal penelitian ilmiah, makalah-makalah ilmiah dan browsing internet dari berbagi sumber dengan teori dan konsep yang relevan.






BAB IV
PEMBAHASAN

A.                Proses dan Aplikasi Batu Apung Sebagai Media Adsorpsi
Pemanfaatan batu apung sebagai media adsorpsi dapat diterapkan kepada semua lapisan masyarakat karena proses pembuatan produknya sangat sederhana dengan tidak membutuhkan waktu yang lama. Prosesnya yaitu mencakup penyediaan bahan baku, perubahan ukuran bahan baku, penjemuran dan proses aktifasi atau pemanasan. Selain itu, bahan yang digunakannya pun mudah didapat karena mengingat daerah Kabupaten Cilegon sebagian besar merupakan daerah pesisir pantai. Aplikasi batu apung sebagai media adsorpsi merupakan salah satu langkah alternatif yang cukup baik digunakan di Kabupaten Cilegon untuk mengurangi tingkat konsentrasi logam pada lingkungan perairan yang tercemar limbah cair karena sebagian besar wilayahnya merupakan wilayah industri.
Produk yang dihasilkan cukup baik karena mempunyai kemampuan dalam menyerap ion-ion logam pada limbah cair. Dengan adanya proses aktifasi pada batuan, dapat meningkatan daya adsorpsi terhadap ion-ion logam tersebut. Batu apung yang sudah diaktifkan mampu menyerap ion logam berat sampai 66-99,5 %, Sedang yang belum diaktifasi hanya 55-89 %. Baik yang belum diaktifkan maupun yang telah mengalami proses Aktifasi batu apung sangat baik digunakan sebagai bahan adsorben(6).
Cara menggunakan produk batu apung sebagai media adsorpsi yaitu :
-       Produk batu apung (sudah mengalami beberapa perlakuan yaitu, penjemuran dan proses aktifasi atau pemanasan)
-       Aplikasi produk dapat digunakan 2 cara yaitu :
1.      Metode Sebar adalah metode yang digunakan secara langsung dengan disebar diatas permukaan media limbah cair yang ditampung pada sebuah kolam.
2.      Cara kolom adalah menggunakan silinder vertikal atau horizontal. Air limbah yang akan diolah dialirkan secara terus-menerus ke dalam suatu kolom adsorbs. Sistem kolom ini luas penggunaanya, terutama untuk pengolahan limbah cair industri, pemakaian sistem kolom ini sangat cocok untuk air limbah dalam volume besar.
-       Air hasil adsorpsi ditampung dan di uji secara biologi menggunakan ikan mas
-       Kemudian amati apa yang terjadi terhadap ikan mas tersebut
Catatan :
-          Jika ikan mas tetap hidup berarti ada penurunan konsentrasi logam dalam air tersebut
-          Jika ikan mas mati berarti konsentrasi logam dalam air sangat tinggi dan hanya terjadi penurunan yang relatif kecil.

B.                 Keunggulan Batu Apung Sebagai Media Adsorpsi
Ada beberapa keunggulan dari pemanfaatan batu apung sebagai media adsorpsi yaitu :
1.      Bahan baku mudah didapat
2.      Ramah lingkungan
3.      Ekonomis / tidak membutuhkan biaya banyak
4.      Efisiensi Waktu
5.      Proses pembuatannya sederhana
6.      Proses aplikasinya mudah
7.      Kemampuan adsorpsi cukup baik

C.                Manfaat Ekonomi
Produk yang dihasilkan mempunyai nilai ekonomi yang cukup baik karena dapat dijual baik kepada masyarakat maupun pengelola industri. Produk ini selain digunakan untuk mengurangi kadar logam pada limbah, dapat juga digunakan untuk menjernihkan air yang keruh dan menurunkan kadar salinitas serta unsur atau senyawa lain pada air.
Disamping produk ini mempunyai nilai ekonomi, pemanfaatan batu apung sebagai media adsorpsi juga dapat menumbuhkan perekonomian yang lain, seperti masyarakat sekitar dapat menjual batu apung tersebut sebagai penghasilan sehari-hari.

D.                Pengolahan Limbah Cair Terpadu
Dengan demikian, perlu adanya pengolahan limbah industri secara terpadu agar tingkat pencemaran lingkungan tidak terlalu parah. Banyak industri yang ingin mengurangi jumlah limbahnya, tetapi tidak mengetahui bagaimana memulainya dan untuk mengimplementasikan ke dalam permasalahan yang kompleks. Secara sederhana pengolahan limbah industri dapat menerapkan sistem 3R, yaitu :

Reduce
Recycle
Reuse

 






Gambar 4 : Skema Sederhana Pengolahan Limbah Industri

     













BAB V
KESIMPULAN

A.                Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan batu apung sebagai media adsorpsi limbah cair sangat baik diaplikasikan karena bahan baku yang mudah didapat, proses pembuatan yang sederhana dan bernilai ekonomis serta kemampuan adsorpsi produk tersebut untuk mengurangi konsentrasi logam pada limbah cukup baik. Selain itu, produk mempunyai nilai ekonomi dan menimbulkan dampak terhadap ekonomi yang lain.

B.                 Saran
Bagi para pembaca baik dari kalangan kecil, menengah maupun atas cobalah terus gali kemampuan anda baik dalam mempelajari sesuatu ataupun mengeksperimenkan sesuatu untuk hari ini, esok hari dan masa yang akan datang. Karena sesuatu tidak akan muncul secara tiba-tiba tanpa adanya suatu usaha. Sebagaimana yang dikatakan oleh Hansen bahwa manusia tidak lepas dari keinginannya untuk terus berusaha sehingga menghasilkan sesuatu walaupun keinginannya tersebut tidak akan pernah puas. Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama membuat catatan bahwa kita pernah beruasaha menginovasikan yang baru didunia yang sudah penuh dengan pembaharuan ini.










DAFTAR PUSTAKA

1. Gintings, Perdana. Ir. 1992. Mencegah dan Mengendalikan Pencemaran Industri. Edisi 1. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.
2. Agustina, Siti, R, Pudji, Sri, Widianto, Tri, dan Trisni, A. 2008. Penggunaan Teknologi Membran Pada Pengolahan Air Limbah Industri Kelapa Sawit. Jurnal Ilmiah.
3. Nugraha, Setyo. 2008. Penggunaan Biosurfaktan Yang Diimobilisasikan Pada Alofan Sebagai Adsorben Ion Logam Cd. Skripsi. Universitas Sebelas Maret Surakarta.
4. Rusli, Suprijanto, Iwan dan Budiana, Putra. 2009. Standardisasi Limbah Batu Apung Sebagai Bahan Bangunan. Prosiding PPI Standardisasi. Jakarta.
5. Jurnal Ilmiah Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Bandung.
6. Rahmaniar. 2006. Pemanfaatan Pumace (Batu Apung) Dalam Pembuatan Kompon Vulkanisir Ban. Dinamika Penelitian BIPA Vol. 17 No. 29.
7. Sukardjo. 1990. Kimia Anorganik. Cetakan Kedua. Rineka Cipta. Jakarta
8. Fitriasti, Dina dan Apsari, Tanindya, Ajeng. 2010. Studi Kinetika Penjerapan Ion Khromium dan Ion Tembaga Menggunakan Kitosan Produk dari Cangkang Kepiting. Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang.
9. Edahwati, Luluk dan Suprihatin. 2011. Kombinasi Proses Aerasi, Adsorpsi dan Filtrasi Pada Pengolahan Air Limbah Industri Perikanan. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 1 No. 2. UPN Veteran. Jawa Timur.
10. Soenarno, Murni, Sri. 2011. Pengelolaan Limbah. Makalah Ilmiah. IWF Peduli Pelestarian Alam.
11. Jurnal Ilmiah Universitas Sumatera Utara
12. Humaedi, Aji. 2012. Analisis Kadar Merkuri (Hg) Pada Sungai Di Sekitar Pertambangan Emas Di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Pandeglang Dengan Metode Spektrofotometri Serapan Atom. Seminar Penelitian. Universitas Mathla’ul Anwar Banten.





























v  Anggota Kelompok :
  
2.      Nama lengkap : Aji Humaedi
Jenis Kelamin : Laki-laki
Lembaga         : FMIPA UNMA Banten
Bidang            : Lingkungan
Tugas               : Pengumpulan dan Pengolahan Data

v  Jadwal Kegiatan :
Waktu yang dibutuhkan dari bahan baku sampai menghasilkan produk yang siap digunakan sebagai media adsorpsi yaitu selama satu minggu